Peluang dan Tantangan Pengembangan Pariwisata Indonesia 2010

Dibuat oleh Wientor Rahmada, Sabtu, 20/02/2010 14:57

 Tahun 2010 merupakan tahun perubahan bagi negara-negara berkembang khususnya Indonesia. Indonesia menghadapi tantangan global di tahun 2010 mengawalinya dengan membuat beberapa perubahan baru mulai dari arah prioritas pengembangan pariwisata serta kebijakan-kebijakan pendukung yang baru.

Menilik pada kondisi kepariwisataan di tahun 2009 dimana total kunjungan wisatawan asing yang masuk ke Indonesia adalah 6,459 juta dengan pertumbuhan 0,4% dari dari tahun 2008. Walaupun pertumbuhannya sangat minimal ditambah dengan kondisi spending power wisatawan yang menurun, dari $1,178 per stay menjadi $966 per stay ., tetapi ini menjadi sangat spesial karena pariwisata Indonesia tumbuh diantara gelombang krisis finansial dunia.
 
Ditahun ini pemerintah telah menetapkan target kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 7 juta wisman dan harapan besaran spending power bisa menembus angka $ 1,000 per stay. Mulai tahun 2010, Amerika Serikat dan Taiwan dimasukkan kembali sebagai dua di antara 15 fokus pasar wisman bagi Indonesia, tetapi Filipina tidak lagi sebagai fokus pasar. Maka kini 16 fokus pasar wisman untuk Indonesia terdiri dari : Australia, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, India, Jepang, Cina, UAE, Saudi Arabia, Rusia, Jerman, Perancis, Belanda, Inggris, Amerika Serikat dan Taiwan. Demikian menurut Direktur Pengembangan Pasar, Kemenbudpar, Syamsul Lussa.
 
Direktorat Jendral Pemasaran Pariwisata untuk periode 2010-2014 hendak melaksanakan kegiatan pemasaran dengan tiga basis utama, yaitu: (1) Meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara sebesar 20% secara bertahap dalam lima tahun. (2) Mempromosikan 10 tujuan pariwisata Indonesia melalui saluran pemasaran dan pengiklanan yang kreatif dan efektif. (3) Melakukan konsolidasi akses transportasi mancanegara dan dalam negeri, terutama ke 10 tujuan pariwisata Indonesia.
 
Untuk memenuhi target-target tersebut pemerintah Indonesia telah melakukan beberapa langkah perubahan yang signifikan pengaruhnya bagi kepariwisataan Indonesia.
 
Tahun lalu keparwisataan Indonesia dihadapkan pada suatu kondisi dimana terdapat banyak wisatawan asing yang mengeluhkan mengenai pelayanan imigrasi di bandara internasional yang tidak memuaskan. Bayangkan setelah menempuh perjalanan panjang lintas negara, mereka harus kembali menguras tenaga untuk berlama-lama masuk antrian panjang konter imigrasi. Didapati daari 12 unit konter imigrasi yang ada di bandara internasional Soekarno Hatta hanya kurang dari 50% saja yang beroperasi.
 
Untuk itu diawal tahun 2010 ini Mentri Kebudayaan dan Pariwisata membuat langkah awal dalam menindaklanjuti buruknya pelayanan imigrasi di Bandara Internasional Soekarno Hatta dengan melakukan inspeksi langsung dan kembali mengaktifkan konter-konter imigrasi yang ada untuk mengoptimalkan pelayanan keimigrasian.
 
Tidak hanya itu, langkah besar telah ditempuh untuk memperbaiki kualitas pelayanan visa. mulai 1 Februari, penerbangan national flag kita, Garuda Indonesia, akan menerapkan Visa On Board!semua penumpang asing penerbangan dari Tokyo ke Bali dan Jakarta akan dapat mengurus visanya di dalam pesawat sembali menikmati kopi panas Toraja atau jajanan pasar. Luar Biasa! Ini seharusnya masuk Guiness of Record..ya atau paling tidak MURI karena inilah satu-satunya layanan Visa On Board di dunia. Dalam operasinya, passengers harus membayar biaya visa di konter bank di sebelah check in counter Garuda di Tokyo, setelah menerima receipt dan voucher untuk aplikasi visa mereka akan dilayani oleh petugas imigrasi di pesawat. Setelah turun, penumpang hanya diminta untuk menunjukkan passportnya untuk di cek.
 
Tapi jangan lupa per tanggal 26 Januari, Imigrasi Indonesia telah resmi menghapuskan Visa on Arrival 7 hari yang hanya $10. Menyedihkan, karena berarti semua turis asing (non ASEAN) harus menyediakan $25 per orang tiap berkunjung ke Indonesia. 
 
Bayangkan jika satu keluarga dari India (4 orang) yang akan berkunjung 2 hari di Batam/ Bintan melalui travel agent Batam via Singapore, yg tadinya membayar hanya $40 sekarang menjadi $100. Pukulan telak untuk teman-teman di Batam, Bintan dan bahkan...Bandung.
 
Belum lagi beberapa pekan terakhir ini pariwisata kita disibukkan karena Travel Warning dari Pemerintah Australia. Baru-baru ini, beberapa surat kabar di Australia sangat gencar menyuarakan akan warganya menunda perjalanan ke Indonesia.
 

Tentunya kita semua berharap hal-hal tersebut tudak menjadi back fire bagi pengembangan pariwisata di Indonesia mengingat negara-negara yang menjadi fokus pemasaran pariwisata umumnya adalah negara-negara non ASEAN terlebih lagi dengan daya beli wisatawan asing yang menurun akibat dampak krisis global. 

Kembali |
3 Komentar:
Rabu, 25/08/2010 13:57
Your weblogblog site is excellent. Give thanks you so much for providing such an abundance of very important information. I most certainly will bookmark your blog website and will be most certainly coming back. All over again, I truly appreciate all your work and furthermore delivering a great deal of effective facts for the audience.
Sabtu, 24/07/2010 02:58
www.costra.net is great! Instant cash advance payday loans online is one of the easiest ways to get money when you need cash in a hurry When making the decision to apply for instant cash advance payday loans online remember that this is a shortterm solution to your financial problems
Rabu, 07/07/2010 07:41
Your website is very the most informative. I liked your website a lot. Thank you.
Kirim Komentar