Pasola, Atraksi Menarik di Sumba Barat

Jum'at, 12/03/2010 10:45
Sumber: Media Indonesia

JIKA ada kesempatan berkunjung ke Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, jangan lewatkan kesempatan menyaksikan sebuah tradisi turun temurun bernama Tradisi Pasola.
 


Pasola adalah tradisi permainan perang-perangan yang dilakukan oleh masyarakat penganut agama Marapu di Pulau Sumba. Permainan ini dilakukan oleh dua kelompok pasukan berkuda (tiap kelompok jumlahnya 100 orang) yang masing-masing bersenjatakan lembing atau tongkat kayu.

Istilah 'Pasola' sendiri berasal dari kata 'sola' atau 'hola' yang berarti tombak atau lembing kayu. Setelah mendapat imbuhan 'pa' menjadi 'pasola' atau 'pahola'. Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti sejak kapan Pasola mulai dimainkan oleh masyarakat setempat.

Namun menurut cerita masyarakat, tradisi ini lahir dari sebuah legenda percintaan seorang janda cantik yang rupanya menjadi sumber pertikaian dua kampung di Pulau Sumba, yaitu Kampung Waiwuang dan Kampung Kodi.

Event ini biasanya diadakan sebagai puncak penyelenggaraan Pesta Adat Nyale yang merupakan acara untuk memohon restu para dewa dan arwah nenek moyang agar panen dapat berhasil dengan baik tiap tahunnya.

Penyelenggaraan Tradisi Pasola sangat bergantung pada hitungan para Rato (tetua adat), dimana penghitungan dengan menafsirkan berbagai tanda-tanda alam yang dalam kalender Masehi, Pasola diadakan antara Februari hingga Maret.

Untuk menuju Pulau Sumba, wisatawan dapat memafaatkan penerbangan menuju Bandara Mauhau, Kota Waingapu, Ibu Kota Kabupaten Sumba Timur dari berbagai kota besar di Indonesia.

Di kota ini juga terdapat pelabuhan laut yang melayani pelayaran dari Pulau Sumbawa, Pulau Flores, maupun Pulau Timor dengan jasa pelayaran Kapal Pelni. Dari Kota Waingapu, wisatawan dapat memanfaatkan transportasi umum seperti bus atau menyewa jasa travel untuk menuju lokasi Pasola di Kabupaten Sumba Barat. (*/OL-5)

Kembali