Asita Protes Larangan Bus Wisata Masuk Terminal Kedatangan

Selasa, 02/02/2010 11:04
Sumber: KOMPAS.com

Asita DKI Jakarta memprotes aturan baru pengelola Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, yang melarang bus pariwisata masuk kawasan terminal kedatangan penumpang. 

"Aturan ini jelas bertentangan dengan makna pelayanan dalam sektor pariwisata," kata Wakil Ketua Bidang Humas Asita (Association of Indonesia Tours and Travel Agents) DKI Jakarta Joungki Adiyasa di Jakarta, Senin (1/2/2010).

Akibat kebijakan baru pengelola bandara tersebut, kata Joungki, turis yang baru datang mau tidak mau harus berjalan jauh menuju kawasan parkir. Tidak jarang turis membawa banyak barang bawaan sehingga kerap kerepotan menuju area parkir.

"Kalau panas ya kepanasan dan kalau hujan kehujanan," katanya.

Joungki mengatakan, aturan yang melarang bus wisata masuk kawasan terminal kedatangan untuk menjemput turis itu baru diberlakukan sejak sebulan terakhir. Sebelumnya hanya diperlukan izin dan pelaporan kepada pengelola bandara agar bus wisata mendapat izin masuk kawasan terminal.

"Tidak sulit, hanya cukup membawa surat izin tertulis kepada pengelola bandara setelah mendapat izin, bus dapat masuk ke kawasan terminal," katanya.

Pihaknya menyayangkan kebijakan yang dinilainya menyulitkan dan menghambat perkembangan sektor pariwisata Tanah Air. Pengelola bandara juga tidak memberikan alasan yang jelas perihal pemberlakuan kebijakan tersebut.

Namun, pihaknya menuntut agar kebijakan yang menghambat perkembangan sektor pariwisata itu ditinjau ulang. "Ini demi citra Indonesia di mata turis asing khususnya," kata Joungki. 

Kembali